Entri Populer

Senin, 05 Maret 2012

CARA MENGALAHKAN SETAN




Iblis berkata,” Ya Tuhanku, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan jadikan mereka memandang baik (perbuatan buruk) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua “. (QS. Al Hijr : 39).

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِيْ َلأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى اْلأَرْضِ وََلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَ ( الحجر : 39)

Berdasarkan ayat  ini, kita tahu bahwa senjata syetan adalah tazyin (menghiasi) dan igwa (menyesatkan) . Dalam Al Asas fit Tafsir 6 : 282 , dijelaskan bahwa yang di-tazyin adalah ; syahwat, maksiat, dunia, munkar dan keadaan yang buruk. Dan yang di-igwa-kan (disesatkan) adalah dari Al Haq (jalan Allah dan dari sunah).

Hanya saja yang aku khawatirkan atas kamu adalah syahwat yang pada perut-perut kamu dan parji-parji kamu dan fitnah yang menyesatkan. (H.R. Ahmad)

إِنَّمَا أَخْشَى عَلَيْكُمُ الشَّهَوَاتِ الَّتِي فِى بُطُوْنِكُمْ وَفُرُوْجِكُمْ وَمُضِلاَّتِ الْفِتَنِ. (ر. أحمد)
Tidak ada dosa yang lebih besar menurut Allah setelah dosa syirik daripada seorang menumpahkan nutfahnya pada parji yang tidak halal baginya. (Al Kabair : 45

مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ بِاللهِ أَعْظَمُ عِنْدَاللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فَرْجٍ لاَ يَحِلُّ لَهُ. (الكبائر : 45)
Senjata syetan yang kedua adalah ighwa (menyesatkan), ada beberapa metoda penyesatan yang dilakukan oleh syetan  diantaranya ;
-   Metoda “ al Waswasah “, yaitu syetan menyesatkan manusia dengan cara membisikkan godaan ke dalam hati manusia. Dengan bisikan ini syetan menginginkan agar manusia menjadi bimbang terhadap kebenaran, menjadi ragu terhadap hokum-hukum Allah, merasakan kelemahan dalam berbuat ketha’atan, dan pada akhirnya ia ingin mencoba untuk mengerjakan apa yang dilarang Allah dan meninggalkan apa yang diperintahkan-Nya. (contoh Nabi Adam as).
-  Metoda lain adalah melalui “ talbis wa ghurur “ . Talbis maknanya membuat kesamaran terhadap sesuatu. Yang dimaksud disini adalah menampakkan sesuatu yang bathil seolah-olah sebagai sesuatu yang benar. Sedangkan Ghurur adalah manipulasi iblis karena kebodohan manusia sehingga mereka meyakini sesuatu yang salah sebagai kebenaran.

Cara Mengalahkan Syetan

1.  Menerima segala keputsan Allah dan Rasu-Nya tanpa memilih-milih.
Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak pula bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan rasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada lagi bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan siapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata. (Q.s. Al Ahzab : 36)


وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَّعْصِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلا مُّبِيْنًا. (الأحزاب : 36)
2.  Ikhlash dalam beramal
Iblis berkata,”Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya #  kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlish di antara mereka “. (Al-Hijr : 39-40).


   قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِيْ َلأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى اْلأَرْضِ وََلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَ # إِلاَّ مِنْ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلِصِيْنَ . (الحجر : 39 – 40 ).
3. Senantiasa Ber-‘Isti’adzah
“ Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaithan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesunggunya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ”. (Al-‘Araf : 200).


وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . (ألأعراف : 200).
4.  Ber-Istighfar
Rasul bersabda bahwa iblis berkata: “Aku membinasakan manusia dengan dosa, mereka membinasakanku dengan istighfar. Ketika aku melihat hal itu, aku binasakan mereka dengan keinginan melakukan pekerjaan bid’ah, agar mereka mengira mereka mendapat petunjuk yang benar, maka akibatnya mereka tidak memohon ampunan kepada Allah”. (H.R. Ibnu Abi Ashim).


إِنَّ إِبْلِيْسَ قَالَ : اَهْلَكْتُهُمْ بِالذُّنُوْبِ فَأَهْلَكُوْنِيْ بِاْلإِسْتِغْفَارِ فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَالِكَ اَهْلَكْتُهُمْ بِاْلأَهْوَاءِ فَهُمْ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُوْنَ فَلاَ يَسْتَغْفِرُوْنَهُ .(إبن أبي عاصم).
5.  Ber-‘Itisham Kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi saw.
“Dari Ibnu Abbas. Ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah khutbah dihadapan orang-orang pada waktu haji wada. Beliau bersabda: :Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah di negerimu, akan tetapi ia ridla untuk ditaati dalam hal-hal selain itu dari apa-apa yang kamu anggap sepele. Maka berhati-hatilah kamu. Sesungguhnya aku telah meninggalkan sesuatu bagimu, jikalau kamu berpegang teguh dengannya, maka kamu tidak akan sesat selamanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya”. (H.R. Al-Hakim; At-Targhib 1 : 60)

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ (ص) خَطَبَ النَّاسَ فِى حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَقَالَ : إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ يَئِسَ اَنْ يُعْبَدَ بِاَرْضِكُمْ وَلَكِنْ رَضِىَ اَنْ يُطَاعَ فِيْمَا سِوَى ذَلِكَ مِمَّا تُحَاقِرُوْنَ مِنْ اَعْمَالِكُمْ فَاحْذَرُوْا اَنِّىْ قَدْ تَرَكْتُ فَيْكُمْ مَا اِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوْا اَبَدًا, كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ. (الحاكم – الترغيب 1 : 60)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar